Tahun kemarin pemerintah mengalami defisit energi bahan bakar (BBM) yang sangat meresahkan masyarakat sebesar 360 ribu barel per hari atau setara dengan 33 persen dari total kebutuhan BBM.
Kerja Keras adalah Energi Kita solusi tepat mengatasi masalah defisit energi kita.
"Pada 2008, produksi BBM dari seluruh kilang minyak di Indonesia adalah sebesar 740 ribu barel per hari, sementara itu kebutuhan BBM dalam negeri mencapai 1,1 juta barel per hari. Hal inilah yang membuat Indonesia defisit BBM.
Maka dari itu, untuk meningkatkan kehandalan pasokan BBM dari kilang dalam negeri, saat ini PT Pertamina (Persero) tengah merencanakan pembangunan kilang baru maupun modifikasi kilang existing."
(okezone.com) harapan masyarakat SBY -PERTAMINA harus kerja keras adalah solusi untuk pemenuhan energi bagi kita.
Setelah pelantikan kabinet baru kemarin SBY langsung menerima pekerjaan rumah yang tidak sedikit dari kabinet sebelumnya,kerja keras ditekankan untuk menanggulangi masalah krisis energi kita yang sebenarnya sangat tidak tampak.
Di Indonesia, permasalahan energi telah menjadi bom waktu sejak Indonesia pulih dari krisis multidimensi. Saat itu Indonesia mengalami lonjakan hebat dalam konsumsi energi. Mulai 2000 hingga 2004, konsumsi energi primer Indonesia sebesar 5,2 persen per tahun. Peningkatan itu cukup signifikan jika dibandingkan dengan 1995 hingga 2000 yang sebesar 2,9 persen per tahun.
"Di sisi lain, peningkatan tersebut tidak diimbangi produksi. Menurut Indonesian Petroleum Association (IPA), awal 2004 produksi minyak Indonesia mencapai 1,11 juta barel per hari, kemudian pada akhir 2007 turun menjadi 970 ribu barel per hari. Dengan cadangan minyak yang siap produksi 4 miliar barel, jumlah tersebut diperkirakan hanya cukup hingga 2019.
Saat ini Indonesia juga tidak lagi menjadi negara pengekspor minyak, tetapi harus mengimpor 500 ribu barel per hari. Dengan harga BBM USD 60 per barel, dibutuhkan anggaran USD 30 juta atau Rp 300 miliar per hari (USD 1=Rp 10 ribu). Bagaimana jika harganya melebihi USD 100 per barel? Tidak bisa dibayangkan."(jawapos.com)
sangat meresahkan bukan apa yang sudah terjadi saat ini untuk masalah energi,hanya dengan kerja keras lah maslah energi bisa teratasi.














0 komentar:
Poskan Komentar